DPRD Pohuwato Dalami BRMP Monitor dan Program Modernisasi Pertanian di BRMP Gorontalo
GORONTALO – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo menerima kunjungan konsultasi dan koordinasi dari Komisi I dan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato pada hari Kamis (09/07) dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan dan pengawasan program modernisasi pertanian. Pertemuan tersebut membahas pemanfaatan BRMP Monitor sebagai sistem pelaporan berbasis lokasi serta perkembangan berbagai program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Pohuwato, khususnya Program Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Rombongan DPRD Kabupaten Pohuwato dipimpin oleh Ketua Komisi II Nirwan Due, didampingi Sekretaris Komisi I Abdullah Kadir Diko, S.Pt., Wakil Ketua Komisi II Febriyanto Mardain, S.Pd., Sekretaris Komisi II Hi. Otan Mamu, Lc., serta Anggota Komisi II Suprapto Monoarfa, Tomi R. Umar, S.Pd., dan Jenny Ema Tulung, S.Pd., S.D. Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Gorontalo Dr. Dedy Hertanto, SP, M.Si, didampingi Kepala Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian Dr. Patta Sija, S.Si, M.Si., Kepala Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Kelompok Substansi Program dan Pengujian Fatmah Sari Indah Hiola, SP, serta Ketua Tim Kerja Pendampingan Program Wilayah I Ir. Nitam Kasim, S.P.
Dalam diskusi yang berlangsung, DPRD Kabupaten Pohuwato menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat, terutama mengenai pentingnya penguatan sosialisasi kepada masyarakat agar tujuan, mekanisme, dan manfaat program dapat dipahami secara lebih luas. Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program strategis pertanian di tingkat lapangan.
Menanggapi hal tersebut, BRMP Gorontalo menjelaskan bahwa BRMP Monitor merupakan sistem pelaporan berbasis lokasi yang dikembangkan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian sebagai sarana mempercepat komunikasi antara petani dan pemerintah. Melalui aplikasi tersebut, petani dapat menyampaikan berbagai laporan terkait kondisi pertanaman, serangan organisme pengganggu tumbuhan, kebutuhan benih dan pupuk, hingga kendala alat dan mesin pertanian. Sistem ini dilengkapi dengan fitur koordinat lokasi secara otomatis sehingga memudahkan proses verifikasi serta percepatan tindak lanjut oleh petugas di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas perkembangan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Pohuwato. Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi pencetakan sawah telah mencapai sekitar 867 hektare dari target pengembangan seluas 5.642 hektare. Pada tahun 2026, kembali dilaksanakan kontrak kegiatan Cetak Sawah Rakyat seluas 156 hektare sebagai bagian dari upaya perluasan areal tanam. Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Program Pemeliharaan Irigasi Tersier (PITER) serta berbagai program penerapan modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan petani.
Melalui konsultasi dan koordinasi ini, DPRD Kabupaten Pohuwato memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi digital melalui BRMP Monitor serta perkembangan implementasi berbagai program strategis Kementerian Pertanian di wilayah Pohuwato. Sinergi antara BRMP Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, dan DPRD diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program modernisasi pertanian, meningkatkan pelayanan kepada petani, serta mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.